Review Film All The Money In The World

Penikmat film di tanah air semakin banyak  mendapat alternatif tontontan film yang menarik di bulan ini, seperti All the Money in the World. Deretan actor dan aktris yang turut bermain adalah Charlie Plummer, Michelle Williams, Mark Wahlberg, serta Christopher Plummer.

 

Film sepanjang 132 menit ini diadaptasi dari buku karya John Pearson berjudul Painfully Rich: The Outrages Fortunes and Misfortunes of the Heirs of J.Paul Getty yang diangkat dari kisah nyata.

 

Film ini dibesut oleh sutradara Ridley Scott yang sebelumnya sukses menggarap film Gladiator, Blade Runner, dan The Martian.

 

Perlu Anda ketahui bahwa sejak sebelum diluncurkan film ini telah menimbulkan berbagai kontroversi, pertama adalah actor yang sebelumnya didapuk untuk memerankan J.Paul Getty tiba-tiba diganti karena yang bersangkutan terlibat kasus pelecehan seksual.

 

Berikutnya, saat syuting ulang dilakukan karena actor utamanya diganti, diketahui bahwa gaji Mark Walhberg jauh lebih tinggi daripada Michelle Williams. Sang aktris hanya dibayar US$ 1.000 sementara Mark menerima US$ 1.5 juta.

 

Walaupun bukan kesalahan Wahlberg, tetapi publik banyak menyerangnya hingga akhirnya ia memutuskan untuk mendonasikan seluruh gajinya Judi Online untuk kampanye Time’s Up yang mengecam kasus diskriminasi di lingkungan kerja serta pelecehan seksual.

 

Synopsis

Film ini berlatar tahun 1973 saat  J.Paul Getty III(Charlie Plummer) yang merupakan cucu dari pebisnis minyak sukses serta salah satu orang terkaya di dunia J.Paul Getty, diculik oleh sekelompok criminal di kota Roma, Italia. Mereka menuntut tebusan US$ j 17 juta dari sang kakek.

 

Kondisi menjadi semakin genting karena faktanya ibu dan ayah Paul telah bercerai. Demi keselamatan sang anak, Gail Harris (Michelle Williams) pun memohon sekaligus memaksa kepada mantan mertuanya untuk membayar uang tersebut. Kakek Paul menolak membayar dana tersebut walaupun sebenarnya ia sangat menyayangi cucunya. Di lain pihak ia meminta orang kepercayaannya, Fletcher Chase untuk membebaskan Paul sang cucu dengan berbagai cara tanpa harus mengeluarkan uang tebusan sedikit pun.

 

Cinquanta (Romain Durais), salah satu penculik Paul lambat laun mulai jatuh kasihan kepada anak itu hingga mereka menjadi semakin dekat mengingat penculikan tersebut berlangsung dalam waktu yang semakin lama. Selain itu Cinquanta juga menghubungi Gail untuk bernegosiasi tentang uang tebusan sekaligus memberi kabar keadaan Paul.

 

Tak disangka Fletcher yang muak kepada bos-nya akhirnya membelot dan beralih mendukung Gail dengan terus menekan Getty agar mau membayar tebusan bagi sang cucu. Sang ibu dan mantan orang kepercayaan Getty pun bekerjasama sambil berkejaran dengan waktu untuk membebaskan Paul. Film ini pada akhirnya mengungkapkan bagaimana uang bisa begitu mengubah seseorang.

 

Review

Beberapa adegan yang cukup menarik pada film ini salah satunya adalah saat sekumpulan pekerja menghitung uang tebusan secara manual karena pada saat itu belum ditemukan mesin penghitung uang. Selain itu adegan saat Paul disiksa oleh gerombolan penjahat agar keluarganya mau membayar tebusan pun disajikan cukup apik, terutama oleh kekuatan acting Charlie Plummer.

 

Ia pun sempat melakukan upaya kabur dari para penculiknya dengan menggunakan berbagai barang rongsokan di tempatnya disekap untuk membuat bangunan tersebut terbakar. Selain Charlie Plummer yang sukses menampilkan sosok sang cucu jutawan yang “rapuh”, Michelle Williams pun sangat pas memerankan Gail Harris yang membuat dirinya menjadi kuat demi keselamatan putra kesayangannya.

 

Yang menjadi kelemahan film ini adalah plot cerita awal yang terlalu lambat dan bertele-tele serta perpindahan adegan yang kurang mulus sehingga agak membingungkan.