Partai Berkuasa Meksiko Mengakui Kekalahan Usai Sayap Kiri Menang

Meksiko menggelar pemilihan presiden pada hari Minggu (1/7) waktu setempat. Calon unggulan nanti diperkirakan adalah sosok anti pembaharuan yang mampu memperkuat nasionalisme dan juga mempertajam perpecahan dengan Presiden AS yang kontroversional, Donald Trump.

Manuel Lopez difavoritkan Menang

Mantan Walikota Ibu Kota Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, pasalnya memimpin jajak pendapat di sepanjang kampanye. Ia akan menjadi orang pertama yang datang dari partai sayap kiri yang mana terpilih menjadi presiden dalam beberapa dekade, apabila ia berhasil mengalahkan Partai Revolusioner Institutional (PRI).

Lopez yang menempati posisi kedua dalam pemilihan tahuh 2006 dan 2012 silam, mengklaim bahwa hanya ia lah yang bisa membersihkan pejabat-pejabat pemerintah sekarang yang banyak korupsinya dan menurunkan tingkat kriminalitas yang mana melonjak, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang sekarang di bawah rata-rata.

“Presiden baru Meksiko bakal memiliki otoritas moral dan juga politik untuk menuntut tiap orang berperilaku dengan integritas dan juga menjadikan kejujuran sebagai prioritas seperti jalannya hidup,” ungkap Lopez Obrador di dalam kampanyenya yang terakhir di stadion sepakbola yang ada di Ibu Kota Mexico City, hari Rabu (27/6) lalu.

Menurut Undang-Undang sendiri dilarang untuk melakukan pemilihan ulang terhadap presiden yang sebleumnya, Presiden Enrique Pena Nieto. Namun nama presiden yang sekarang ini tercemar oleh penyelidikan yang mana menyeret namanya pada skandal konflik kepentingan dan juga penggelapan pada pejabat PRI.

Sayap Kiri Menang

Dan akhirnya Meksiko memiliki presiden baru setelah Andres Manuel Lopez Obrador yang datang dari kubu sayap kiri meraup suara paling banyak dalam perhitungan cepat. Walaupun perhitungan resmi belum juga diumumkan, calon presiden dari partai berkuasa Meksiko mengakui kekalahannya dari pihak partai sayap kiri dalam pemilihan presiden hari Minggu (1/7) kemarin.

Jose Antonio Meade, calon presiden berkuasa Institutional Revolutionary Party (PRI) sendiri mengaku kalah dari pihak kubu sayap kiri yang mana anti-kemapanan, Andrea Manuel Lopez Obrador. “Saya pribadi mendoakan kesuksesan yang besar untuk Andres Manuel,” ungkap Meade sesudah perhitungan exit poll menunjukkan bahwa Lopez Obrador unggul dengan jumlah margin yang cukup signifikan, pada hari Senin (2/7). Meade juga mengakui kubu sayap kiri sendiri meraup suara mayoritas.

Selain dari Meade, peringkat kedua atau yang menyandang runner up, Anaya, mengakui juga keunggulan dari sayap kiri ini.

Hasil perhitungan cepat mengindikasikan bahwa kelompok syair prediksi kiri menang dalam pemilihan presiden sesudah merajai paling tidak 4 provinsi. Hitung cepat yang mana dilakukan oleh Consulta Mitofsky Regeneration Movement (Morena), yakni partai yang mana dipimpin oleh Lopez Obrador diperkirakan menang pada daerah pemilihan Veracruz, Morelos, Tabasco, dan Chiapas.

Hitung cepat yang dilakukan versi Mitofsky sendiri mencakup 6 dari 9 daerah pemilihan regional setingkat gubernuran. Morena pun diperkirakan menang di tingkat walikota Mexico City yang mana memiliki posisi dihargai tinggi, seperti yang mana sudah diharapkan.

Calon Morena untuk gubernur di negara bagian Veracruz, Cuitlahuac Garcia, diperkirakan meraih antara 46.9% dan juga 54,1% suara, berada di lebih dari 10% suara dari pesaing ketatnya, itu lah yang disebutkan oleh hasil hitung cepat.

Survey yang mana dilakukan sebelum pemilihan Veracruz sudah menunjukkan Garcia bakal menghadapi pesaing ketat dengan para kompetitornya. Sekutu dekat LopeZ, Claudia Sheinbaum, tampak menang dengan meraih sebanyak 47,5% dan juga 55,5% suara totalnya, ungkap hitung cepat tersebut juga.