Bappenas Ungkap Desain Ibu Kota Baru Tak akan Sebesar DKI Jakarta

Deskripsi singkat: Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan desain ibu kota baru tidak akan menyaingi Jakarta dan tak akan sebesar Jakarta.

Bappenas Ungkap Desain Ibu Kota Baru Tak akan Sebesar DKI Jakarta

Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), mengatakan bahwa pemindahan ibu kota RI yang baru saat ini tengah dikaji. Ia mengatakan bahwa desain ibu kota baru RI memang untuk menyamai DKI Jakarta yang selama ini menjadi ibu kota Indonesia. Tapi, ungkapnya, ibu kota baru Indonesia ini tidak akan sebesar DKI Jakarta.

Ibu Kota Baru Tak Akan Sebesar DKI Jakarta

“Yang ingin saya tekankan di sini adalah ibu kota baru nanti, kalau diputuskan akan dibuat tidak didesain untuk menyaingi Jakarta,” ungkao Bambang yang ditemui di dalam diskusi media yang bertempat di Kantor Staf Kepresidenan, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin (6/5).

Bambang juga mengungkapkan bahwa scenario ibu kota baru nanti dirancang Cuma bakal dihui 900 sampai dengan 1,5 juta penduduk saja. Menurut dirinya, jika jumlah penduduk ibu kota baru nantinya disandingkan dengan kota lainnya tetap masuk ke dalam 10 kota terbesar dengan jumlah penduduk terbesar.

“Jadi, ibu kota baru ini tak harus menjadi kota besar,” imbuhnya.

Lebih lanjut lagi, Bambang mengatakan bahwa yang terpenting ibu kota togel singapore baru bisa berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Tidak hanya itu, diharapkan ibu kota baru dapat menumbuhkan kegiatan ekonomi di wilayah itu. Ia juga berharap pusat pemerntah mempunyai nilai ekonomi yang tidak kecil.

“Pusat pemerintahan bagaimana juga itu punya nilai ekonomi yang tidak kecil, yang akan bisa kemudian menjadi factor di sekitar wilayah ibu kota baru tersebut,” katanya lagi.

Sedangkan, menurut Bambang lagi, untuk Jakarta akan tetap menjadi kota bisnis dan juga keuangan. Lembaga keuangan seperti misalnya BI (Bank Indonesia), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bakal tetap di Jakarta.

“Karena idea Jakarta sebagai pusat bisnis. Namun pemerintah ditambah keduataan eksekutif, legislative, yudikatif tentunya akan berada di ibu kota baru,” katanya lagi.

Contoh Brasilia di Brazil

Bambang juga menyampaikan contoh langkap pemindahan ibu kota yang mana dilakukan oleh negara lain misalnya Brazil. Negara tersebut memindahkan ibu kota dari Rio de Janeiro ke ibu kota barunya, Brasilia.

Ia berpendapat bahwa pemindahan tersebut berangkat dari kesenjangan ekonomi antara wilayah pantai selatan dengan pedalaman Amazon. “Di situ lah ide kota Brasilia yang dekat dengan pedalaman Amazon itu dibangun. Kota Brasilia itu pada awalnya didesain Cuma 500 ribu penduduk namun kemudian berkembang jadi 2,5 juta pada hari ini,” ungkapnya.

Bambang menyebutkan bahwa Brasilia juga tidak didesain untuk jadi kota bisnis ataupun menjadi sebesar dua kota utama di Brasil yaitu Rio de Janeiro dan San Paulo. Menurutnya, Brasilia dibangun hanya untuk sebagai pusat pemerintahan saja. Dan saat ini Brasilia jadi kota terbesar di Brazil. “Artinya, upaya untuk menumbuhkan ekonomi di pedalaman Amazon paling tidak berhasil. Berhasil tak hanya di pantai selatan namun juga di pedalaman Amazon, khususnya di sekitar kota Brasilia,” ungkapnya lagi.

Tentang rencana ibu kota baru Indonesia, ia menegaskan sampai dengan detik ini pemerintah belum membuat keputusan lokasi mana yang tepat. Namun demikian, Bambang sudah menyampaikan alternative ibu kota baru ketika dirinya rapat terbatas dengan Joko Widodo minggu lalu.

Alternatif yang pertama adalah membuat distrik pemerintahan yang ada di sekitar Monas, Jakarta Pusat. Alternatif kedua memindahkan ibu kotanya ke wilayah yang dekat dengan Jakarta. Alternatif terakhir adalah ke wilayah baru.