Ulasan Serial Alice In Borderland

Alice In Borderland Jadi salah satu serial yang benar-benar dapat dinikmati dengan sangat mudah. Di samping jalan ceritanya yang menarik, ternyata serial ini juga memiliki visual yang sangat memukau dan juga memuat pendalaman karakter yang sangat kuat. Salah seorang penikmat film memberikan reviewnya togel sgp 2020 dan menurutnya dia dapat menyelesaikan serial ini dalam waktu yang sangat singkat.

Sinopsis Alice In Borderland 

Bisa dikatakan secara garis besar  serial ini berkisah tentang kondisi Tokyo, kota yang mana seringkali digambarkan dengan kesibukan yang sangat penuh yang dilakukan oleh orang-orang, namun tiba-tiba berubah jadi seperti kota mati dalam sekejap saja. Subway  yang biasanya padat merayap dan jalan-jalan yang juga sangat ramai tiba-tiba saja kosong. Listri juga padam serta sinyal menghilang. Semua terjadi tanpa sebab. 

Arisu, kurabe dan chota, jadi warga yang tetap ada di Tokyo ketika itu. Mereka mesti berpisah dengan kehidupan lama mereka namun tiga sahabat itu tetap bersama sama orang yang ternyata masih ada di itu ya juga serta harus mengikuti dan juga memenangkan permainan yang mengancam nyawa mereka.

Ironisnya adalah itu adalah satu-satunya jalan untuk memperpanjang hidup mereka di sana, di kota yang sekarang dikenal sebagai sebutan Borderland.

Ulasan Alice In Borderland

Serial ini adalah hasil dari adaptasi novel grafis dengan genre thriller yang ditulis oleh Haro Aso, yang pada awalnya diterbitkan di Weekly Shonen Sunday S/ Weekly Shonen Sunday. Alice In Borderland juga jadi sebuah video animasi (OVA) pada tahun 2014 Silam. Penulis ulasan, dikutip dari CNN Indonesia, berkata bahwa dia sama sekali tak pernah membaca novel grafis apa lagu menyakitkan OVA Alice In Borderland  sebelumnya. Akan tetapi hal tersebut tak menghalangi keseruan dan juga kenikmatan menyaksikan dari hal yang satu ini.

Menurutnya sinematografi dan juga visual yang ditampilkan oleh film ini sangat indah di mata. Sehingga tidak jarang menyaksikan episode-episode dalam serial ini bisa membangkitkan keinginannya untuk langsung ke Jepang. Sepertinya tim produksi untuk menghasilkan biaya produksi ketika membuat serial ini. Lebih-lebih lagi permainan permainan maut yang mana Disajikan di sana selalu berhasil memacu jantung untuk bekerja jauh lebih cepat lagi dan tentu saja membuat otak kita ikut berpikir untuk memecahkan masalah dan juga teka-teki yang diberikan di tiap episodenya.

Hal itulah yang membuatnya tak sadar bahwa ternyata dia sudah selesai menyaksikan 8 episode Alice In Borderland ini. Tapi, bukannya merasa terpuaskan malahan yang timbul adalah rasa penasaran dan juga pertanyaan-pertanyaan setelah menyelesaikan musim pertama serial ini. Banyaknya pertanyaan dan juga rasa penasaran itu kemudian mendorongnya untuk memulai baca novel grafis dan juga menyaksikan OVA Alice In Borderland itu.

Akhirnya dia mengetahui semua versi dan benda-benda mengapresiasi tim audisi dan juga tata rias karena seluruh karakter yang ada di serial tersebut benar-benar serupa dengan karakter-karakter yang digambarkan oleh Haro Aso. Rambut, wajah, dan juga ekspresi dari pemain-pemainnya benar-benar tampak serupa. Bahkan sebagian besar karakter masih terlihat wajar layaknya Manusia Biasa pada kehidupan nyata namun ada beberapa karakter yang benar-benar terlihat seperti karakter komiknya dan tidak nyata. 

Menurutnya penulis skenario dan juga creator Haro Aso sangat amat layak untuk mendapatkan apresiasi dalam menciptakan Alice In Borderland ini yang sejatinya merupakan versi gelap dari Kisah Klasik yang sudah sangat terkenal yaitu Alice In Wonderland. Mulai dari menciptakan permainan yang sangat menakjubkan dan juga bisa mengasah otak sampai dengan penamaan karakter-karakternya.