Swansea Carlos Carvalhal Dorong Pemain Impikan Wembley

Tugas seorang manajer klub sepakbola memang tidak hanya bersifat taktis maupun fisik saja tetapi juga masalah psikis. Carlos Carvalhal, seorang manajer dari klub Swansea City, baru-baru ini telah mengatakan kepada para pemainnya untuk memimpikan Wembley setelah Swansea membukukan tempat mereka di perempat final Piala FA untuk pertama kalinya sejak 1964. Ini adalah harapan dan cita-cita yang besar.

Permainan yang Semakin Bagus

Gol pada babak kedua dari Jordan Ayew dan Nathan Dyer memastikan kemenangan Swansea 2-0 atas Sheffield Wednesday di pertandingan Togel Hongkong putaran kelima Piala FA di Stadion Liberty.Ini membuat Swansea City masuk ke perempat final piala FA.Sebelumnya, Swansea terakhir menghiasi perempat final kompetisi ini sekitar 54 tahun yang lalu.Sebagai manajer, Carvalhal terus memotivasi para pemainnya.

Dia juga menanggapi bagaimana jalannya pertandingan saat melawan Sheffield Wednesday; “Sheffield Wednesday menciptakan masalah bagi kami di pertandingan pertama dan juga (pertandingan kedua) lagi.Tapi saya pikir kami memiliki lebih banyak peluang dalam game ini.Kami membutuhkan sedikit lebih banyak intensitas dan sedikit lebih cepat di babak kedua, dan karena itulah kami menempatkan Jordania dan Martin Olsson pada babak pertama.Kami yakin setelah beberapa menit kami bisa mencetak gol dan kami melakukannya.”

Di sisi lain, manajer Sheffield Wednesday, Jos Luhakay merasa tim Kejuaraan Langit-nya dihukum karena gagal mengonversi peluang awal. “Paruh pertama seimbang,” kata Luhakay.”Kami memiliki dua atau tiga peluang bagus untuk mencetak gol tapi kami tidak melakukannya.Di babak kedua kami tidak membuat tekanan yang ingin kami lakukan, Swansea mendapat gol dan kami tidak bisa kembali bermain.”Memang, tidak dipungkiri jika ini menunjukkan permainan Swans yang semakin bagus.

Ambisi yang Bangkit Kembali

Perempatfinal terakhir Piala FA Swansea terjadi pada tahun 1964 ketika Liverpool asuhan Bill Shankly dikalahkan 2-1 di Anfield, meskipun akhirnya Swans kehilangan semifinal Villa Park ke Preston, yang sekaligus mengakhiri harapan mereka untuk bermain di final Piala FA pertama. Tapi ambisi tersebut telah bangkit kembali dan kemenangan ini merupakan yang keenam Swansea dalam suksesi di kandang sendiri di semua kompetisi – penampilan terbaik mereka di Stadion Liberty sejak 2007.

“Saya sangat senang dan sangat bangga dengan pemain saya,” kata Carvalhal setelah menang atas mantan klubnya.”Saya lahir pada tahun 1965.Klub ini tidak melakukan yang lebih baik dari ini di piala sejak 1964, jadi sudah lama sekali,” sambungnya.Dia mengatakan; “Saya senang kita telah mencapai ini.Sekarang kita akan bermain dengan Rochdale atau Tottenham di rumah dan kita bisa pergi ke Wembley, jadi kita berada dalam posisi yang sangat bagus.”

Carvalhal bahkan membuat impian di Wembley terus melekat di hati dan pikirannya.Ini adalah impian yang terus dikejar.Ketika ditanya apakah dia mengizinkan pemainnya untuk memimpikan kemenangan sebagai juara, bos Swansea tersebut menjawab: “Saya memiliki (tulisan) ‘Carlos had a dream’ – ‘Carlos memiliki mimpi’ yang ditulis di sini di jaket saya.Dia juga menunjuk tulisan di jaketnya tersebut mendapat inspirasi menjelang pertemuan delapan besar melawan Tottenham atau Rochdale.

“Kita semua bermimpi – orang yang tidak memiliki mimpi bukanlah orang yang saya sukai,” jelasnya. Dia juga melanjutkan; “Kompetisi utama kami adalah Premier League, tapi kami punya waktu seminggu untuk mempersiapkan perempat final, yang penting, dan kami sudah mendekati [sampai akhir kompetisi] sekarang. Kami punya waktu 90 menit untuk mencoba mendapatkan Wembley [untuk semifinal] jadi mari kita lihat apa yang terjadi.”

AC Milan Bekuk Lazio, Pelatih Lazio Salahkan Sang Wasit

Big match yang mempertemukan AC Milan dan Lazio yang mana tersaji dalam pekan ke-22 ini dari Liga Italia Serie A pasalnya berjalan sangat seru. AC Milan akhirnya dapat keluar sebagai pemenang dengan angka 2-0 atas Lazio. Pertandingan yang seru dan alot itu dihelat tepatnya hari Minggu (28/1) di Stadion San Siro.

Babak Pertama dengan 2 Gol

AC Milan bisa dikatakan beruntung karena pertandingan kali ini mereka menghadapi lawan di kandang Agen Poker Terpercaya mereka sendiri. Dan status sebagai sang tuan rumah langsung saja membuat mereka tampil dengan motivasi yang berlipat ganda. Gol yang diberikan kepada Lazio pasalnya cukup cepat, baru menginjak menit ke-15, Patrick Cutrone memberikan gol yang langsung bersarang di gawang Lazio.

Gol keunggulan Milan pasalnya bermula dari keadaan bola mati. Tendangan bebas dari Calhanoglu akhirnya bisa disambar dengan cepat oleh Cutrone dengan sundulan sekaligus juga membuat Thomas Strakosha tidak berdaya. Namun keunggulan tersebut pasalnya tidaklah bertahan lama.

Hanya berselang 5 menit, akhirnya Adam Marusic bisa menyamakan skor menjadi 1-1. Menerima umpan terobosan dari Leiva, Marusic pasalnya melepaskan tembakan yang sukses dan keras dari sisi kanan. Akhirnya tembakannya itu sukses menggetarkan gawang dari Gianlugi Donnarumma.

Namun Milan akhirnya bisa kembali menyerang dan mengembalikan keunggulannya lagi menjadi 2-1 menjelang babak pertama selesai. Keunggulan itu karena sundulan dari Giacomo Bonaventura yang mana memanfaatkan umpan jauhnya Davide Calabria.

Babak Pertama Tak Ada Gol

Baik AC Milan atapun juga Lazio sebenarnya memiliki sederet peluang emas yang ada di babak kedua. Akan tetapi sayangnya tidak ada gol yang tercipta di babak kedua. Milan akhirnya sukses mempertahankan keunggulan mereka 2-1 atas Lazio.

Kemenangan ini lah ang membawa Rossoneri akhirnya bisa merangkak ke posisi 7 klasemen dengan raihan 34 poin. Sementara itu Lazio tetap saja bertengger di posisi ke-3 dan mereka terpaut 11 angka dari Napoli yang memuncaki klasemen.

Pelatih Lazio Salahkan Wasit

Namun sang pelatih Lazio, Simone Inzaghi kurang merasa puas dengan kinerja dari wasit saat timnya dikalahkan oleh AC Milan. Inzhagi sendiri menilai bahwa gol pertama yang dibuat oleh Milan yang mana dicetak oleh Cutrone sedikit kontroversional. Menurutnya sang bomber memasukkan bola dengan lengan meskipun terlihat seperti menggunakan kepala.

“Mereka (wasit) mesti menjelaskan pada kami. Tendangan bebas dibelokkan dengan lengan, namun tak terlihat oleh para pejabat,” ungkapnya dikutip dari Rupublika.

Akan tetapi laga tela usai, kekalahan tidak bisa dihindari lagi. Inzhagi pun tetap memuji kinerja dari anak-anak asuhnya yang sudah tampil semaksimal mungkin. Menurut pendapatnya, Felipe Anderson dan kawan-kawannya tidak seharunya mengalami kekalahan. “Saya melihat kinerja yang amat sangat bagus di babak kedua. Kami pasalnya pantas untuk mendapatakn 1 poin,” ungkap adik kandung dari Filippo Inzhagi ini.

Seperti yang sudah disebutkan, meskipun kalah, Lazio masih saja duduk nyaman pada Zona Liga Champions. Mereka masih bisa bersantai karena duduk di peringkat 3 dari klasemen sementara Serie A. Skuat dari Ibu Kota Italia meraih sejumlah 46 poin. Mereka tidak perlu terlalu panik dengan kekalahan dari AC Milan yang duduk di peringkat 7 dengan raihan poin yang masih jauh dari Lazio.

Lazio sendiri juga unggul 2 angka atas Inter Milan yang duduk manis di peringkat keempat tepat di bawah mereka. Jadi meskipun Rossoneri mengalahkan mereka, dalam klasemen pun Lazio masih unggul.